26 February 2012

A Weekend in Semarang (First Day)

It's my 1st Trip in 2012 and I was so excited! Seperti anak kecil yang kembali mendapatkan mainan kesayangannya lagi setelah sekian lama hilang. Yes, I'm back on the road and I have committed that I'm going to have at least one trip in a month.

We departed by train on Friday night, 3 February 2012. Kereta Sembrani malam yang berangkat sekitar pukul 11 malam. Kelas Executive yang kami naiki cukup nyaman, kursinya cukup empuk dan ruangnya pun cukup luas. Seingat saya, kami membayar Rp. 260.000 untuk tiketnya, not bad :) Sebenarnya perkiraan waktu tiba di Semarang adalah pukul 4 pagi, tapi dikarenakan ada banjir yang cukup parah di daerah stasiun kedatangan di Tawang, Semarang, kereta kami harus ikut mengantri yang mengakibatkan kami baru tiba sekitar pukul 8.30 pagi!
Syukurlah, kami dijemput oleh pihak Hotel Ciputra dimana kami menginap dan salutnya, drivernya dengan sabar menunggu kita dari jam 5 pagi!
Oh, iya... dikarenakan banjir, akhirnya kami diturunkan di stasiun yg satu lagi (kok lupa namanya ya?). Ya, pokoknya di stasiun yang lebih kecil sebelum stasiun Tawang.

Sarapan pagi yang terlambat terbayarkan dengan semangkuk soto kudus khas Semarang yang nikmat. Disajikan dimangkuk kecil dengan campuran nasi, suwiran ayam, toge, potongan bawang putih goreng dan disiram kuah yang gurih bikin pengen nambah. Tapi, karena soto ini disajikan juga dengan banyak macam pelengkap terpisah yang bisa kita pilih seperti telur, sate usus ayam, sate kerang, perkedel kentang dan lain-lain, jadi semangkuk soto saja sudah cukup ditambah dengan beberapa pelengkapnya.

Di Semarang, kami menginap di Hotel Ciputra di daerah Simpang Lima. Sebenernya Hotel ini sudah cukup tua dan Hotel-hotel baru sudah banyak bermunculan di Semarang tapi Hotel Ciputra ini masih bisa bersaing dengan Hotel-hotel baru tersebut, tingkat huni kamarnya cukup tinggi dan kamar yang kami tempati adalah kamar yang sudah direnovasi, masih baru dan nyaman. Pelayanannya pun sangat ramah, mulai dari driver, front desk staffs sampai ke Housekeeping, Thwo thumbs up for Hotel Ciputra Semarang!

Setelah makan siang dan kekenyangan di "Super Penyet", kami memutuskan untuk meneruskan perjalanan ke Lawang Sewu. Salah satu ikon wisata Semarang yang harus dikunjungi kalo di Semarang. Yang saya suka dari Semarang adalah tarif becaknya sangat murah untuk jarak yang lumayan jauh. Rasanya gak tega aja ngasih uang 'seadanya' setelah abang becaknya menempuh jarak yang cukup jauh untuk mengantarkan kami ketempat tujuan.

Sesampainya di Lawang Sewu, dipintu gerbang kami sudah ditawarkan untuk menggunakan jasa tour guide yang ternyata pada kenyataannya tidak banyak tau mengenai sejarah Lawang Sewu. Sayang sekali, padahal tarif yang dikenakan lumayan, lho... Rp. 30.000 untuk mengantarkan kami berjalan-jalan disekeliling gedung tua yang terkenal angker ini. Sedangkan tarif masuk perorangnya Rp.10.000. Saran saya, kalo cukup tau sejarah dari Lawang Sewu, lebih baik tidak usah memakai jasa guide.

Di Lawang Sewu, saya memberanikan diri untuk masuk ke bagian basement dari gedung tua ini, dimana di jaman penjajahan Jepang, ruang bawah tanahnya ini dipakai sebagai penjara buat tawanan yang pada akhirnya, gak akan keluar hidup dari sini. Begitu kira-kira ceritanya.

Memasuki penjara bawah tanah ini, setiap pengunjung dikenakan biaya tambahan sebesar Rp. 10.000 dan tambahan sukarela untuk guide yang menemani. Saya memutuskan untuk memakai tour guide karena saya gak punya ide sama sekali bagaimana keadaan dibawah sana. Dan pilihan saya tidak salah! Untung saya memasuki daerah menyeramkan itu bersama dengan tour guide karena memang keadaan disana sangat menakutkan (buat saya). Penjara ini terbagi menjadi 2, bagian penjara jongkok dan bagian penjara berdiri. Lembab, tergenang air dan jendela ventilasi kecil yang berjarak jauh dari satu ventilasi ke ventilasi lainnya menambah suasana gak enak. Dengan memakai sepatu boot karena lantainya digenangi air semata kaki dan nyala senter seadanya, saya memasuki penjara ini. Syukurlah tidak ada kejadian yang tidak saya harapkan terjadi selama saya disana, saya sangat bersyukur! Hanya sekitar 15 menit perjalanan didalam, akhirnya saya berhasil menyelesaikan rute yang dipersingkat sedikit oleh guide saya dikarenakan dia tau kalo nyali saya mulai ciut mendengarkan cerita kalo semua tawanan yang dipenjara disini juga dieksekusi dengan cara dipancung apabila penjara tersebut sudah terlalu penuh. Hiiiiiiii....

Perjalanan hari pertama di Semarang kami akhiri dengan mengunjung pusat kuliner "Semawis" didaerah Pecinan dan makan malam didaerah Simpang Lima. Sayang sekali, di Semawis kami cuma makan wedang ronde padahal banyak tempat-tempat makan jajanan Semarang yang bisa kami nikmati. Mungkin karena sebelumnya kami mampir ke toko "Oen" untuk ngopi, jadi pada saat sampe di Semawis, gak terlalu laper lagi rasanya.

Berikut foto-foto dari hari pertama kami di Semarang:





No comments:

Post a Comment